Menu

Senin, 19 Juni 2017

Mengaktifkan User Root di OS Ubuntu

                                                                                                    
Dalam tutorial ini yaitu mengaktifkan user root di OS Ubuntu. Hal ini biasanya terjadi pada saat selesai instal Ubuntu dan kita butuh akses user root. Berikut langkah - langkahnya:

1.  Login ke OS Ubuntu. Buka Terminal.
2.  Kemudian masuk sebagai user root dengan perintah:
$ sudo -i lalu tekan Enter. Kemudian masukkan password pengguna.
 
3.  Buat password user root:
# passwd root lalu tekan Enter. Kemudian masukkan password root yang unik lalu tekan Enter.

4.  Kemudian ketik ulang password root tadi.
5.  Gambar dibawah ini merupakan berhasilnya update password root.

6.  Lalu bagaimana mencoba bahwa user root sudah aktif atau belum? Coba buka Terminal, ketikan perintah su kemudian tekan Enter. Di bawah ini merupakan tampilan Autentikasi yang gagal karena memasukkan password yang sama dengan password pengguna OS Ubuntu.
          
Di bawah ini merupakan tampilan Autentikasi yang berhasil. Artinya sudah masuk ke fasilitas root.
 
 
Hati-hati saat berada dalam mode user root, karena dapat memanipulasi seluruh konfigurasi di laptop, silakan melakukan backup konfigurasi sebelum melakukan perubahan dengan user root.

7.  Untuk keluar dari mode root tersebut, maka ketik exit lalu tekan Enter, atau dapat menekan tombol CTRL+D.

Minggu, 18 Juni 2017

Cara Instal OS Raspbian pada Raspberry Pi Menggunakan Raspbian  


Untuk menginstal sistem operasi Raspbian Wheezy pada Raspberry Pi menggunakan Raspbian, hanya memerlukan file image (.img) dari sistem operasi Raspbian, yaitu sebuah SD Card minimal 4GB Class 10 dan tentunya Raspberry Pi maka sudah bisa diinstal. Caranya adalah dengan menggunakan program Disk Clone yang telah tersedia secara bawaan pada Raspbian yaitu DD.

DD bekerja dengan cara mengclone semua isi dari image ke SD Card (partisi dan file system). Dengan DD tidak hanya bisa membuat instalasi baru, namun juga melakukan backup dari image pada SD Card kita untuk mencegah hilangnya data dari Raspberry ketika terjadi korup atau kerusakan pada SD Card (karena tercabut atau mati paksa).

Langkah – langkah penginstalan OS sebagai berikut:
1. Download image terbaru dari Raspbian Wheezy di alamat berikut https://www.raspberrypi.org/blog/pixel-pc-mac/  
 

2.     Buka VirtualBox. Klik icon New.
 

3.     Akan ada tampilan untuk mengisikan nama OS, pilihan tipe OS yang akan di instal dan versinya. Untuk tipenya pilih “Linux” dan versinya kita pilih “Other Linux (32-bit)”. Lalu klik Next.
 

4.    Kemudian pada menu ukuran memori disini secara default akan memberikan ukuran memori sebesar 256 MB. Lalu klik Next.
 

5.   Bagian selanjutnya adalah pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual Raspbian. VirtualBox memberikan rekomendasi kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat berdasarkan jenis sistem operasi yang ditentukan sebelumnya. Kapasitas hard disk yang disarankan tersebut dapat kita ganti sesuai kebutuhan kita.

Dalam pengaturan hard disk virtual, tersedia 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan:
       Do not add a virtual hard drive
Opsi ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual Raspbian selesai dilakukan.
       Create a virtual hard drive now
Opsi ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Raspbian.
       Use an existing virtual hard drive
Gunakan opsi ini untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.

Pilih opsi Create a virtual hard drive now karena kita akan langsung membuat hard disk virtual untuk mesin virtual Raspbian. Kemudian tekan tombol Create.
 

6.     Layar selanjutnya untuk menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. Standarnya VirtualBox menggunakan format file VDI (VirtualBox Disk Image) untuk penyimpanan hard disk virtual. Lalu klik Next.
 

7.   Pengaturan selanjutnya untuk menentukan bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).
Di bagian ini tersedia 2 (dua) opsi yang dapat dipilih:
    Dynamically allocated,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan berapa kapasitas hard disk virtual sudah terpakai dan tidak berdasarkan berapa ukuran hard disk virtual ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
    Fixed size,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.
Disarankan untuk memilih opsi Dynamically allocated, kemudian klik Next.
 

8.    Layar selanjutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file - file mesin virtual yang akan kita buat. Kita juga dapat menempatkan file-file mesin virtual ke dalam folder atau direktori yang sudah ada, atau pada hard disk lain yang berbeda dengan hard disk yang digunakan oleh sistem operasi utama. Klik Create untuk membuat mesin virtual Raspbian berdasarkan pengaturan yang telah dilakukan.
 

Di layar ini, kita juga dapat merubah kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan kita. Jika dalam langkah ke-7 kita memilih opsi Dynamically allocated, maka kita dapat membuat ukuran hard disk virtual sampai 2 Terabyte, walaupun hard disk fisik (utama) kita tidak mencapai ukuran 2 Terabyte. Namun, jika kapasitas hard disk fisik kita dibawah 2 Terabyte, tentunya kapasitas hard disk virtual yang dapat digunakan maksimal kapasitas hard disk fisik yang tersisa.
 
9.   Selesai proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox, akan ditampilkan sebuah mesin virtual Raspbian dalam keadaan kosong dan siap untuk diinstal. Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi pada mesin virtual Raspbian yang kita buat. Klik dua kali pada mesin virtual Raspbian atau klik tombol Start (icon panah) untuk menjalankan mesin virtual Raspbian.
 

10.  Dikarenakan mesin virtual yang kita jalankan belum memiliki sistem operasi, secara otomatis VirtualBox akan menampilkan kotak dialog yang berguna untuk memilih disk drive yang berfungsi sebagai start-up.
Klik icon di bagian kanan untuk memilih master Raspbian.
 

11.  Pilih master sistem operasi yang akan digunakan. Format file master sistem operasi dapat dalam bentuk iso, cdr atau dmg. Klik ganda pada file master Raspbian atau klik tombol Open untuk menutup pop-up pemilihan file dan kembali ke layar sebelumnya.
 

12.  Setelah itu, klik tombol Start untuk memulai proses instalasi mesin virtual Raspbian.
 

13.  Selanjutnya VirtualBox akan menjalankan file OS tersebut.
 

14.  Jika instalasi sudah selesai maka tampilan desktopnya akan seperti dibawah ini.
 

Rabu, 14 Juni 2017

Cara Menambah Hardisk Virtual pada Virtualbox untuk OS Ubuntu

Pada tutorial ini akan menjelaskan tentang cara untuk menambah kapasitas hardisk di virtualbox. Mungkin dari kalian yang menggunakan OS lebih dari satu pada satu komputer membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih pada salah satu OS untuk digunakan pada hal-hal tertentu. Maka dari itu penting untuk kita tahu cara menambahkan hardisk virtual ini. Efeknya pada OS utama pada komputer akan menyebabkan penyimpan berupa hardisk internalnya akan berkurang kapasitasnya sesuai dengan hardisk virtual yang dibuat.

Untuk tutorial ini akan menggunakan OS Ubuntu 12.04, berikut tutorialnya :
1.  Pertama harus sudah menginstal OS pada virtualbox. Kapasitas penyimpan yang ditambahkan akan menjadi partisi baru. Di bawah ini merupakan harddisk awal.

2.     Selanjutnya klik icon Setting pada VirtualBox.

3.   Lalu masuk ke menu Storage maka akan terlihat media penyimpan OS virtual di bawahnya Controller : SATA.

4.    Untuk menambahkan harddisk, klik Controller : SATA, lalu klik icon seperti gambar dibawah ini.

5.     Klik Add Hard Disk.

6.     Lalu akan ada tampilan pertanyaan. Pilih Create New Disk.

7.    Akan ada tampilan untuk mengatur tipe berkas yang akan dibuat. Untuk standarnya pilih VDI. Lalu klik Next.

8.     Pada kotak dialog selanjutnya plih Dynamically allocated lalu klik Next.

9.   Akan ada tampilan untuk mengatur ukuran penyimpan yang tambahkan dan nama penyimpan. Atur sesuai kebutuhan, lalu klik Create.


10.  Maka pada menu penyimpanan akan ada partisi penyimpanan yang baru dengan nama yang sudah di atur tadi. Selanjutnya klik OK. Jalankan OS Ubuntu yang telah ditambahkan penyimpanannya untuk melihat penambahan partisi penyimpanannya.

11. Jalankan OS Ubuntu yang telah ditambahkan penyimpanannya untuk melihat penambahan partisi penyimpanannya.

12. Pada gambar dibawah ini merupakan hasil partisi baru yang sudah berhasil ditambahkan.


Senin, 12 Juni 2017

Perintah Dasar pada Linux
                                                                                                                  
                 
Linux merupakan software sistem operasi open source yang gratis untuk disebarluaskan di bawah lisensi GNU. Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti Open Office.org, KOffice,Abiword.

Untuk tutorial ini membahas tentang perintah - perintah dasar Linux. Karena untuk melakukan eksekusi pada aplikasi Linux banyak menggunakan perintah-perintah dasar. Berikut beberapa perintah - perintah dasar yang terdapat pada Linux.
  1. sudo su
    Berfungsi untuk melakukan login sebagai root/pengguna tertinggi
    sintaks: sudo su
  2. root
    Berfungsi untuk melakukan login sebagi root
    sintaks: root
  3. login
    Berfungsi untuk login sebagai user lain,namun harus menjadi root terlebih dahulu untuk bias menjalankan perintah ini.
    Sintaks: login nama_user
  4. cd (change directory)
    Berfungsi untuk berpindah directory/folder
    sintaks: cd alamat_directory contoh: cd /etc/network
  5. pwd
    Berfungsi untuk memperlihatkan direktori mana posisi kita berada
    sintaks : pwd
  6. ls(list)
    Berfungsi untuk melihat isi sebuah direktori
    sintaks: ls
  7. mv(move)
    Berfungsi untuk memindahkan,cut atau rename file
    sintaks: mv /directory/nama_file_asal /nama_file_baru contoh : mv /etc/file1.txt file2.txt >>>rename file mv /etc/file1.txt /var/www >>>cut file
  8. mkdir(make direktori)
    Berfungsi untuk membuat folder baru
    sintaks: mkdir nama_folder contoh: mkdir folder1
  9. rmdir(remove direktori)
    Berfungsi untuk menghapus folder
    sintaks: rmdir nama_folder contoh: rmdir folder1
  10. touch
    Berfungsi untuk membuat file baru
    sintaks: touch nama_file
  11. rm(remove)
    Berfungsi untuk menghapus file
    sintaks: rm file1.txt
  12. more
    Berfungsi untuk menampilkan isi sebuah file
    sintaks: more nama_file
  13. echo
    Berfungsi untuk menuliskan sesuatu kata atau kalimat ke sebuah file
    sintaks: echo “isi pesan” nama_file
  14. aduser
    Berfungsi untuk menambah user baru
    sintaks: adduser nama_user deluser
    Berfungsi untuk menghapus user dari system
    sintaks: deluser nama_user
  15. addgroup
    Berfungsi untuk menambahkan group baru
    sintaks: addgroup nama_group
  16. lsusb
    Berfungsi untuk melihat perangkat usb yg sedang terkoneksi kekomputer
    sintaks: lsusb
  17. lpci
    Berfungsi untuk melihat perangkat PCI yang sedang terkoneksi
    sintaks :lpci
  18. lshw
    Berfungsi untuk melihat hardware computer
    sintaks: lshw
  19. dmesg
    Berfungsi untuk melihat hardware yang sedang beraktifitas
    sintaks: dmesg
  20. top
    Berfungsi untuk melihat proses yg sedang berjalan seperti task manager di windows
    sintaks: top
  21. cpuinfo
    Berfungsi untuk melihat spesifikasi computer
    sintaks: cpuinfo
  22. meminfo
    Berfungsi untuk melihat status RAM
    sintaks: more /proc/meminfo
  23. clear
    Berfungsi untuk membersihkan layar
    sintaks: clear
  24. halt
    Berfungsi untuk mematikan computer(harus sebagai root)
    sintaks: halt
  25. reboot
    digunakan untuk merestart computer(harus sebagai root)
    sintaks: reboot
  26. exit
    Berfungsi untuk keluar dari terminal
    sintaks: exit
  27. wget
    Berfungsi untuk mendownload via terminal
    sintaks : wget link_download
  28. ifconfig
    Berfungsi untuk melihat konfigurasi Ethernet/kartu jaringan
    sintaks : ifconfig
  29. apt-get
    Berfungsi untuk memperoleh paket/software dari repository ubuntu secara online
    sintaks: apt-get nama_paket contoh: apt-get install dhcp3-server
  30. tar
    Berfungsi untuk melakukan ekstrack file
    sintaks: tar [parameter] nama_file
  31. nautulis
    Berfungsi untuk membuka tampilan GUI secara langsung
    sintaks: nautulis contoh: sudo nautulis >>>menggunakan mode GUI dgnstatus root)
  32. df-h
    Berfungsi untuk melihat sisa kapasitas harddisk
    sintaks: df-h
  33. who
    Berfungsi untuk melihat nama login kita
    sintaks: who
  34. cat
    Berfungsi untuk membuka file
    sintaks : cat nama_file
  35. date
    Berfungsi untuk melihat tanggal
    sintaks: date
  36. cal
    Berfungsi untuk melihat kalender
    sintaks : cal
  37. hostname
    Berfungsi untuk menampilkan nama computer
    sintaks: hostname
  38. free
    Berfungsi untuk free memori
    sintaks : free
  39. history
    Berfungsi untuk melihat perintah apa saja yg pernah di ketik
    sintaks: history
  40. chomod +X
    Berfungsi untuk mengekstrak file menjadi bagian dari system