Menu

Minggu, 18 Juni 2017

Cara Instal OS Raspbian pada Raspberry Pi Menggunakan Raspbian  


Untuk menginstal sistem operasi Raspbian Wheezy pada Raspberry Pi menggunakan Raspbian, hanya memerlukan file image (.img) dari sistem operasi Raspbian, yaitu sebuah SD Card minimal 4GB Class 10 dan tentunya Raspberry Pi maka sudah bisa diinstal. Caranya adalah dengan menggunakan program Disk Clone yang telah tersedia secara bawaan pada Raspbian yaitu DD.

DD bekerja dengan cara mengclone semua isi dari image ke SD Card (partisi dan file system). Dengan DD tidak hanya bisa membuat instalasi baru, namun juga melakukan backup dari image pada SD Card kita untuk mencegah hilangnya data dari Raspberry ketika terjadi korup atau kerusakan pada SD Card (karena tercabut atau mati paksa).

Langkah – langkah penginstalan OS sebagai berikut:
1. Download image terbaru dari Raspbian Wheezy di alamat berikut https://www.raspberrypi.org/blog/pixel-pc-mac/  
 

2.     Buka VirtualBox. Klik icon New.
 

3.     Akan ada tampilan untuk mengisikan nama OS, pilihan tipe OS yang akan di instal dan versinya. Untuk tipenya pilih “Linux” dan versinya kita pilih “Other Linux (32-bit)”. Lalu klik Next.
 

4.    Kemudian pada menu ukuran memori disini secara default akan memberikan ukuran memori sebesar 256 MB. Lalu klik Next.
 

5.   Bagian selanjutnya adalah pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual Raspbian. VirtualBox memberikan rekomendasi kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat berdasarkan jenis sistem operasi yang ditentukan sebelumnya. Kapasitas hard disk yang disarankan tersebut dapat kita ganti sesuai kebutuhan kita.

Dalam pengaturan hard disk virtual, tersedia 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan:
       Do not add a virtual hard drive
Opsi ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual Raspbian selesai dilakukan.
       Create a virtual hard drive now
Opsi ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Raspbian.
       Use an existing virtual hard drive
Gunakan opsi ini untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.

Pilih opsi Create a virtual hard drive now karena kita akan langsung membuat hard disk virtual untuk mesin virtual Raspbian. Kemudian tekan tombol Create.
 

6.     Layar selanjutnya untuk menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. Standarnya VirtualBox menggunakan format file VDI (VirtualBox Disk Image) untuk penyimpanan hard disk virtual. Lalu klik Next.
 

7.   Pengaturan selanjutnya untuk menentukan bagaimana hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).
Di bagian ini tersedia 2 (dua) opsi yang dapat dipilih:
    Dynamically allocated,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan berapa kapasitas hard disk virtual sudah terpakai dan tidak berdasarkan berapa ukuran hard disk virtual ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
    Fixed size,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.
Disarankan untuk memilih opsi Dynamically allocated, kemudian klik Next.
 

8.    Layar selanjutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file - file mesin virtual yang akan kita buat. Kita juga dapat menempatkan file-file mesin virtual ke dalam folder atau direktori yang sudah ada, atau pada hard disk lain yang berbeda dengan hard disk yang digunakan oleh sistem operasi utama. Klik Create untuk membuat mesin virtual Raspbian berdasarkan pengaturan yang telah dilakukan.
 

Di layar ini, kita juga dapat merubah kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan kita. Jika dalam langkah ke-7 kita memilih opsi Dynamically allocated, maka kita dapat membuat ukuran hard disk virtual sampai 2 Terabyte, walaupun hard disk fisik (utama) kita tidak mencapai ukuran 2 Terabyte. Namun, jika kapasitas hard disk fisik kita dibawah 2 Terabyte, tentunya kapasitas hard disk virtual yang dapat digunakan maksimal kapasitas hard disk fisik yang tersisa.
 
9.   Selesai proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox, akan ditampilkan sebuah mesin virtual Raspbian dalam keadaan kosong dan siap untuk diinstal. Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi pada mesin virtual Raspbian yang kita buat. Klik dua kali pada mesin virtual Raspbian atau klik tombol Start (icon panah) untuk menjalankan mesin virtual Raspbian.
 

10.  Dikarenakan mesin virtual yang kita jalankan belum memiliki sistem operasi, secara otomatis VirtualBox akan menampilkan kotak dialog yang berguna untuk memilih disk drive yang berfungsi sebagai start-up.
Klik icon di bagian kanan untuk memilih master Raspbian.
 

11.  Pilih master sistem operasi yang akan digunakan. Format file master sistem operasi dapat dalam bentuk iso, cdr atau dmg. Klik ganda pada file master Raspbian atau klik tombol Open untuk menutup pop-up pemilihan file dan kembali ke layar sebelumnya.
 

12.  Setelah itu, klik tombol Start untuk memulai proses instalasi mesin virtual Raspbian.
 

13.  Selanjutnya VirtualBox akan menjalankan file OS tersebut.
 

14.  Jika instalasi sudah selesai maka tampilan desktopnya akan seperti dibawah ini.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar