Kontes Robot Seni tari Indonesia (KRSI) merupakan suatu ajang kompetisi perancangan dan pembuatan
robot yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya bangsa yang
telah terkenal di bumi pertiwi.
KRSI pertamakali diadakan pada tahun 2009
yang mengangkat tema
”Robot Penari Jaipong”, tahun 2010
dengan mengangkat tema
”Robot Penari Pendet”
, tahun 2011
dengan mengangkat tema
”Robot Penari Kelono Topeng”, tahun 2012 mengangkat tema “Robot Penari Piring”, tahun 2013 mengangkat tema “Robot Anoman Duto” dan pada tahun 2014 mengangkat tema “Bambangan Cakil”. Setiap tim peserta yang terdiri dari 3(tiga) mahasiswa dengan seorang dosen pembimbing, diwajibkan untukmembuat dua robot untuk menampilkan gerak seni tari budaya yang diinginkan sesuai tema kontes.
Untuk KRSI 2015, sesuai dengan momentum yang tepat dalam gema
Nasional membangkitkan kecintaan dan pelestarian budaya-budaya Nasional maka tema yang diangkat adalah “Bambangan Cakil”. Kegiatan KRSI 2015 ini dilaksanakan disetiap Regional sesuai dengan jadwal dan Nasional pada tanggal 11-14 Juni 2015 yang dikoordinasi dan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan institusi Perguruan Tinggi yang ditunjuk.
Tujuan KRSI 2015 :
- Menumbuh-kembangkan dan meningkatkan kreatifitas mahasiswa di Perguruan Tinggi.
- Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke dalam dunia nyata.
- Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika.
- Meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap seni budaya bangsa.
- Membudayakan iklim kompetitif dilingkungan Perguruan Tinggi.
Robot
di KRSI ini terdiri dari dua jenis, satu laki-laki (bambangan) dan perempuan (cakil) Robot ini melakukan gerakan tarian yang sudah dipilih. Tidak hanya gerakan tarian saja, namun robot ini diharuskan mampu berjalan dengan seimbang, dimana bambangan dan cakil akan melakukan gerakan bersama pada jalur kedua (hijau). Ketika robot sudah melewati jalur merah, pada jalur kedua hijau, bambangan dan cakil harus bertemu dan melakukan gerakan tarian bersamaan.
Sensor
KRSI :
Komponen sensor yang digunakan pada Robot Seni Indonesia antara lain :
- Sensor Gyro
Sensor Gyro membantu untuk mempertahankan posisi robot
karena mendeteksi momentum perubahan sudut robot ketika bergerak. Sensor ini
diletakkan pada titik keseimbangan yaitu di bagian tengah tubuh.
- Sensor Suara
Sensor suara digunakan ntuk mendeteksi suara musik pengiring, robot dipasang
sebuah sensor suara. Sebelum pertandingan, dilakukan kalibrasi untuk mengetahui
nilai dari tingkat kebisingan yang ada di arena. Jika musik dimainkan, robot
akan mulai berjalan/bergerak. Ketika musik dihentikan robot akan berhenti/diam.
Sensor warna digunakan untuk mendeteksi warna
dari setiap zona lapangan.

- Sensor infrared
Sensor Infrared digunakan untuk mengaktifkan robot Cakil yang menunggu robot Bambangan mencapai lingkaran tengah.
Cuplikan Video KRSI 2015 :
PowerPoint tentang KRSI :
Sumber Artikel :
http://kri.umy.ac.id/krsi/http://istitelkom.blogspot.co.id/2015/05/kontes-robot-seni-indonesia-krsi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar