Menu

Jumat, 31 Maret 2017

Install Ubuntu 12.04 di VirtualBox
                                                  
                                                                                                                                                           

Sebelum Ubuntu di install pada VirtualBox, kita harus menginstal VirtualBox terlebih dahulu. Sebaiknya saat instalasi ubuntu, koneksi internet di putus dulu karena jika komputer terhubung ke internet, pd saat instalasi nanti ubuntu akan update otomatis dan ini memakan waktu lama (tergantung koneksi internet).

Berikut cara instalasi Ubuntu 12.04 LTS di VirtualBox
    1. Jalankan aplikasi VirtualBox untuk memulai pembuatan mesin virtual baru. Tekan   tombol "New" atau pilih menu Machine, kemudian item New untuk membuat guest machine baru. Shortcut Ctrl+N (tekan tombol fungsi kontrol bersamaan dengan menekan huruf N pada keyboard) juga dapat digunakan untuk pembuatan mesin virtual baru.


2.    Selanjutnya muncul jendela pop-up Create Virtual Machine, yang berguna untuk label dan jenis serta versi sistem operasi guest yang akan diinstall.

Pada isian Name, tulis nama sistem operasi guest yang akan diinstall, dalam hal ini adalah Ubuntu. Nama sistem operasi guest juga digunakan sebagai nama folder untuk lokasi file sistem operasi guest. Pada bagian Type, pilih Linux dan di bagian Version, sesuaikan versi Ubuntu yang akan diinstall, apakah versi 32-bit atau versi 64-bit. Selanjutnya tekan tombol Next.
 3.    Layar selanjutnya pengaturan jumlah memori yang akan dialokasikan untuk mesin virtual dalam satuan Megabyte. Secara otomatis, VirtualBox akan memberikan saran alokasi memori untuk sistem operasi Ubuntu yang akan diinstall adalah 1024 MB.
     

4.    Jika ingin melakukan perubahan, isian maksimal ditunjukan oleh indikator warna hijau atau setengah dari total jumlah memori komputer yang tersedia, agar sistem operasi utama tidak menjadi terganggu. Selanjutnya tekan tombol Next.
 
 5.    Bagian selanjutnya adalah pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual Ubuntu. VirtualBox memberikan rekomendasi kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat berdasarkan jenis sistem operasi yang ditentukan sebelumnya. Kapasitas hard disk yang disarankan tersebut dapat kita ganti sesuai kebutuhan kita.

Dalam pengaturan hard disk virtual, tersedia 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan:
    Do not add a virtual hard drive
Opsi ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual Ubuntu selesai dilakukan.
    Create a virtual hard drive now
Opsi ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Ubuntu.
    Use an existing virtual hard drive
Gunakan opsi ini untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.

Pilih opsi Create a virtual hard drive now karena kita akan langsung membuat hard disk virtual untuk mesin virtual Ubuntu. Kemudian tekan tombol Create.


6.    Layar selanjutnya untuk menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. Standarnya VirtualBox menggunakan format file VDI (VirtualBox Disk Image) untuk penyimpanan hard disk virtual.

VirtualBox juga mendukung pembacaan jenis file dari aplikasi-aplikasi virtual lainnya, seperti VMDK (Virtual Machine Disk) yang merupakan format dari aplikasi virtual Vmware, VHD (Virtual Hard Disk) format dari Microsoft Virtual PC, HDD (Parallels Hard Disk) format aplikasi virtual dari Parallels atau format dari aplikasi virtual QEMU.
  

7.    Setelah menekan tombol Next, pengaturan selanjutnya untuk menentukan "bagaimana" hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).
Di bagian ini tersedia 2 (dua) opsi yang dapat dipilih:
-         Dynamically allocated,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan berapa kapasitas hard disk virtual sudah terpakai dan tidak berdasarkan berapa ukuran hard disk virtual ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
-         Fixed size,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.

Disarankan untuk memilih opsi Dynamically allocated, kemudian tekan tombol Next.

8.    Layar selanjutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file-file mesin virtual yang akan kita buat. Kita juga dapat menempatkan file-file mesin virtual ke dalam folder atau direktori yang sudah ada, atau pada hard disk lain yang berbeda dengan hard disk yang digunakan oleh sistem operasi utama.
 
 
Di layar ini, kita juga dapat merubah kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan kita. Jika dalam langkah ke-7 kita memilih opsi Dynamically allocated, maka kita dapat membuat ukuran hard disk virtual sampai 2 Terabyte, walaupun hard disk fisik (utama) kita tidak mencapai ukuran 2 Terabyte. Namun, jika kapasitas hard disk fisik kita dibawah 2 Terabyte, tentunya kapasitas hard disk virtual yang dapat digunakan maksimal kapasitas hard disk fisik yang tersisa.

9.    Tekan tombol Create untuk membuat mesin virtual Ubuntu berdasarkan pengaturan yang telah dilakukan.
Selesai proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox, akan ditampilkan sebuah mesin virtual Ubuntu dalam keadaan kosong dan siap untuk diinstall.
 

10. Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi pada mesin virtual Ubuntu yang kita buat. Klik dua kali pada mesin virtual Ubuntu atau klik tombol Start (icon panah) untuk menjalankan mesin virtual Ubuntu.
 

11. Dikarenakan mesin virtual yang kita jalankan belum memiliki sistem operasi, secara otomatis VirtualBox akan menampilkan kotak dialog yang berguna untuk memilih disk drive yang berfungsi sebagai start-up.
Klik icon di bagian kanan untuk memilih master Ubuntu.
 
 
12. Pilih master sistem operasi yang akan digunakan. Format file master sistem operasi dapat dalam bentuk iso, cdr atau dmg. Klik ganda pada file master Ubuntu atau klik tombol Open untuk menutup pop-up pemilihan file dan kembali ke layar sebelumnya.
 

13. Setelah itu, klik tombol Start untuk memulai proses instalasi mesin virtual Ubuntu.
 

Untuk proses instalasi selanjutnya, langkah-langkah dan tahapan yang akan dilakukan sama seperti instalasi Ubuntu pada komputer "nyata".

14. Setelah VirtualBox di mulai, akan muncul window berikut, kemudian klik Install Ubuntu
 

15. Klik Continue (kedua option jangan di cek)
 

 16. Pilih Erase disk and install Ubuntu, kemudian klik Continue
 

17. Klik Install Now
 

 18. Pilih Jakarta (klik di peta) kemudian klik Continue

19. Klik Continue (tidak perlu merubah keyboard layout)
 
 
20. Isi nama dan password kemudian klik Continue
 

21. Tunggu hingga proses instalasi selesai

22. Instalasi selesai, klik Restart Now

  


 23. Masukkan password yg anda buat sebelumnya, kemudian enter

24. Tampilan desktop Ubuntu 12.04

Kamis, 30 Maret 2017

Cara Install VMware Workstation 11 di Windows 10


Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Cara Install VMware Workstation 11. Pada proses ini menerapkan instalasi VMware VMware Workstation 11 pada Windows 10, pada dasarnya hampir di semua OS Windows bisa, tinggal di coba saja bisa support atau tidaknya.


Langkah - langkah Install VMware Workstation PRO 11 :

1.      Download dahulu softwarenya.
2.      Kemudian setelah selesai download, langsung saja double klik untuk di install.
3.      Setelah double klik maka akan tampil seperti gambar dibawah ini :

4.      Setelah itu akan muncul tampilan Welcome, langsung saja klik Next.


5.      Pada perjanjian aplikasi centang atau cheklist pada I accept the terms in the Lisense Agreement. lalu klik Next.


 6.      Pilih typical untuk instalasi secara umum.


7.      Pilih direktori instalasi, lalu klik next.


8.      Checklist untuk Desktop dan Start Menu Program Folder agar icon VMware muncul di Desktop dan Start Menu, lalu klik next.


9.      Klik Continue untuk memulai proses penginstalan.


10.  Tunggu hingga proses penginstalan selesai.


11.  Tambahkan License Key jika mempunyai selanjutnya klik Enter. Apabila tanpa License Key tinggal klik Skip.


12.  Proses penginstalan telah selesai, maka klik Finish.


13.  Untuk membuka aplikasi VWware maka lakukan double klik pada icon VMware pada Desktop.


14.  Di bawah ini tampilan jendela dari aplikasi VMware.

Sabtu, 25 Maret 2017


SHARING FOLDER ANTARA KOMPUTER HOST DENGAN KOMPUTER VIRTUAL DENGAN METODE NETWORK SHARING



Pembuatan konektivitas jaringan antara komputer host dengan mesn virtual yang kita buat dapat dimanfaatkan untuk pengiriman data di satu jaringan. Untuk artikel ini akan membahas sharing folder antara computer host dengan computer virtual dengan metode network sharing. Caranya :


1.  Komputer Host (Windows 10) harus terkoneksi Wi-Fi terlebih dahulu, lalu atur IP Configuration Komputer Host tersebut dengan masuk ke “Control Panel”.



2.  Jika sudah muncul jendela “Control Panel” lalu pilih “Network and Internet”.




3.  Lalu pilih “Network and Sharing Center”.




4.      Pilih “Change adapter settings”.




5.     Pada bagian “VirtualBox Host-Only Network”, klik kanan lalu pilih “Properties”.




6.      Jika sudah muncul jendela “VirtualBox Host-Only Network”, klik “Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)” kemudian klik “Properties”.




7.      Klik “Use the following IP Address:”. Misalnya IP Address pada Komputer Host di konfigurasikan menjadi 192.168.10.10 dengan Subnet Masknya 255.255.255.0. Yang lain biarkan kosong. Jika sudah klik “OK”.




8.      Buka VirtualBox pilih sistem operasi yang diinginkan, pada artikel ini memilih sistem operasi Windows Xp. Jika sudah memilih sistem operasi lalu klik “Start”.




9.      Jika sudah masuk ke tampilan Desktop Windows Xp, kemudian klik tab Devices --> klik Network --> klik Network Settings…




10.  Jika sudah muncul jendela Settings, pada bagian tab Network ubahlah “Attached to:” ke “Host-only Adapter”. Lalu beranjak ke Advanced, ubahlah “Promiscuous Mode:” ke “Allow All”.




11.  Kemudian atur IP Configuration Komputer Virtual tersebut dengan masuk ke “Network Connections”. Dengan klik kanan pada bagian bawah kanan taskbar icon dua PC lalu pilih “Open Network Connections”.




12.  Jika sudah muncul jendela “Network Connections”, kemudian pada “Local Area Connection” klik kanan dan pilih “Properties”.




13.  Pada jendela “Local Area Connection Properties” klik pada bagian “Internet Protocol (TCP/IP)”, lalu klik “Properties”.




14.  Klik “Use the following IP Address:”. Misalnya IP Address pada Komputer Virtual di konfigurasikan menjadi 192.168.10.11 dengan Subnet Masknya 255.255.255.0. Yang lain biarkan kosong. Jika sudah klik “OK”.




15.  Komputer Virtual yang sudah di konfigurasi IP Addressnya akan terkoneksi.




16.  Karena kedua computer yaitu Komputer Host dan Komputer Virtual saling terkoneksi satu jaringan makan di bagian “Network” pada Windows Explorer akan muncul kedua perangkat tersebut.



Di Windows Explorer pada Komputer Virtual (Windows XP), pada bagian “My Network Places” muncul dua perangkat, untuk “Iqballabqy_xp (Mshome)” dari Komputer Virtual, sedangkan untuk “Iqballabqy (Workgroup)” dari Komputer Host.




Di Windows Explorer pada Komputer Host (Windows 10), pada bagian “Network” muncul dua perangkat, untuk “IQBALLABQY” dari Komputer Host, sedangkan untuk “IQBALLABQY_XP” dari Komputer Virtual.




17.  Selain berhasil muncul di Windows Explorer di antara kedua komputer tersebut, dapat dilakukan pengetesan tiap koneksi.



Di bawah ini pengetesan koneksi dari Komputer Virtual (Windows XP) ke Komputer Host (Windows 10). Dengan menggunakan “Command Prompt” ketik “ping 192.168.10.10”. Terdapat empat reply dari IP 192.168.10.10, artinya saling terkoneksi.




Di bawah ini pengetesan koneksi dari Komputer Host (Windows 10) ke Komputer Virtual (Windows XP). Dengan menggunakan “Command Prompt” ketik “ping 192.168.10.11”. Terdapat empat reply dari IP 192.168.10.11, artinya saling terkoneksi.




18.  Cari folder yang akan di share. Kemudian klik kanan folder yang akan di share --> Pilih Sharing and Security…




Folder yang dishare tersebut berkapasitas memori 151 MB.




19.  Klik bagian tab “Sharing”. Pada bagian “Network sharing and security” checklist semua untuk mengaktifkan file sharing. Nama folder yang disharing dapat diganti pada bagian “Share name”. Jika sudah klik “OK”.




20.  Folder yang berhasil disharing ditandai dengan icon folder berubah menjadi folder dengan adanya telapak tangan.






21.  Di “My Network Places” pada bagian “Iqballabqy_xp (Mshome)” akan muncul folder yang tadi sudah dishare. Folder ini nantinya dapat dibaca dan dicopy ke Network lain yang terhubung seperti Komputer Host “Iqballabqy (Workgroup)”.




22.  Buka Windows Explorer pada Komputer Host (Windows 10). Jika pada bagian “IQBALLABQY_XP” di “Network” muncul folder “sistem operasi” maka folder tersebut dapat terbaca dan dapat dicopy oleh Komputer Host (Windows 10).




23.  Untuk mengopy folder tersebut tinggal klik kanan folder tersebut, lalu pilih “Copy”.




24.  Lalu cari dimana folder tadi akan dipastekan. Misalnya pada Desktop, tinggal klik kanan lalu pilih “Paste”.




25.  Tunggu hingga proses mengopy sampai selesai.



Jika dianalisis dari kecepatan pengopyan folder sebesar 16,8 MB/s. Sedangkan folder tersebut mempunyai memori data 151 MB. Jadi lama pengiriman folder tersebut adalah = Besar memori folder/Kecepatan pengopyan folder= 151/(16,8) = 8,988 s atau sekitar 9 detik.


26.  Apabila sudah selesai, jika dibuka folder tersebut isinya sama dengan folder pada Komputer Virtual.