Menu

Sabtu, 25 Maret 2017


SHARING FOLDER ANTARA KOMPUTER HOST DENGAN KOMPUTER VIRTUAL DENGAN METODE NETWORK SHARING



Pembuatan konektivitas jaringan antara komputer host dengan mesn virtual yang kita buat dapat dimanfaatkan untuk pengiriman data di satu jaringan. Untuk artikel ini akan membahas sharing folder antara computer host dengan computer virtual dengan metode network sharing. Caranya :


1.  Komputer Host (Windows 10) harus terkoneksi Wi-Fi terlebih dahulu, lalu atur IP Configuration Komputer Host tersebut dengan masuk ke “Control Panel”.



2.  Jika sudah muncul jendela “Control Panel” lalu pilih “Network and Internet”.




3.  Lalu pilih “Network and Sharing Center”.




4.      Pilih “Change adapter settings”.




5.     Pada bagian “VirtualBox Host-Only Network”, klik kanan lalu pilih “Properties”.




6.      Jika sudah muncul jendela “VirtualBox Host-Only Network”, klik “Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)” kemudian klik “Properties”.




7.      Klik “Use the following IP Address:”. Misalnya IP Address pada Komputer Host di konfigurasikan menjadi 192.168.10.10 dengan Subnet Masknya 255.255.255.0. Yang lain biarkan kosong. Jika sudah klik “OK”.




8.      Buka VirtualBox pilih sistem operasi yang diinginkan, pada artikel ini memilih sistem operasi Windows Xp. Jika sudah memilih sistem operasi lalu klik “Start”.




9.      Jika sudah masuk ke tampilan Desktop Windows Xp, kemudian klik tab Devices --> klik Network --> klik Network Settings…




10.  Jika sudah muncul jendela Settings, pada bagian tab Network ubahlah “Attached to:” ke “Host-only Adapter”. Lalu beranjak ke Advanced, ubahlah “Promiscuous Mode:” ke “Allow All”.




11.  Kemudian atur IP Configuration Komputer Virtual tersebut dengan masuk ke “Network Connections”. Dengan klik kanan pada bagian bawah kanan taskbar icon dua PC lalu pilih “Open Network Connections”.




12.  Jika sudah muncul jendela “Network Connections”, kemudian pada “Local Area Connection” klik kanan dan pilih “Properties”.




13.  Pada jendela “Local Area Connection Properties” klik pada bagian “Internet Protocol (TCP/IP)”, lalu klik “Properties”.




14.  Klik “Use the following IP Address:”. Misalnya IP Address pada Komputer Virtual di konfigurasikan menjadi 192.168.10.11 dengan Subnet Masknya 255.255.255.0. Yang lain biarkan kosong. Jika sudah klik “OK”.




15.  Komputer Virtual yang sudah di konfigurasi IP Addressnya akan terkoneksi.




16.  Karena kedua computer yaitu Komputer Host dan Komputer Virtual saling terkoneksi satu jaringan makan di bagian “Network” pada Windows Explorer akan muncul kedua perangkat tersebut.



Di Windows Explorer pada Komputer Virtual (Windows XP), pada bagian “My Network Places” muncul dua perangkat, untuk “Iqballabqy_xp (Mshome)” dari Komputer Virtual, sedangkan untuk “Iqballabqy (Workgroup)” dari Komputer Host.




Di Windows Explorer pada Komputer Host (Windows 10), pada bagian “Network” muncul dua perangkat, untuk “IQBALLABQY” dari Komputer Host, sedangkan untuk “IQBALLABQY_XP” dari Komputer Virtual.




17.  Selain berhasil muncul di Windows Explorer di antara kedua komputer tersebut, dapat dilakukan pengetesan tiap koneksi.



Di bawah ini pengetesan koneksi dari Komputer Virtual (Windows XP) ke Komputer Host (Windows 10). Dengan menggunakan “Command Prompt” ketik “ping 192.168.10.10”. Terdapat empat reply dari IP 192.168.10.10, artinya saling terkoneksi.




Di bawah ini pengetesan koneksi dari Komputer Host (Windows 10) ke Komputer Virtual (Windows XP). Dengan menggunakan “Command Prompt” ketik “ping 192.168.10.11”. Terdapat empat reply dari IP 192.168.10.11, artinya saling terkoneksi.




18.  Cari folder yang akan di share. Kemudian klik kanan folder yang akan di share --> Pilih Sharing and Security…




Folder yang dishare tersebut berkapasitas memori 151 MB.




19.  Klik bagian tab “Sharing”. Pada bagian “Network sharing and security” checklist semua untuk mengaktifkan file sharing. Nama folder yang disharing dapat diganti pada bagian “Share name”. Jika sudah klik “OK”.




20.  Folder yang berhasil disharing ditandai dengan icon folder berubah menjadi folder dengan adanya telapak tangan.






21.  Di “My Network Places” pada bagian “Iqballabqy_xp (Mshome)” akan muncul folder yang tadi sudah dishare. Folder ini nantinya dapat dibaca dan dicopy ke Network lain yang terhubung seperti Komputer Host “Iqballabqy (Workgroup)”.




22.  Buka Windows Explorer pada Komputer Host (Windows 10). Jika pada bagian “IQBALLABQY_XP” di “Network” muncul folder “sistem operasi” maka folder tersebut dapat terbaca dan dapat dicopy oleh Komputer Host (Windows 10).




23.  Untuk mengopy folder tersebut tinggal klik kanan folder tersebut, lalu pilih “Copy”.




24.  Lalu cari dimana folder tadi akan dipastekan. Misalnya pada Desktop, tinggal klik kanan lalu pilih “Paste”.




25.  Tunggu hingga proses mengopy sampai selesai.



Jika dianalisis dari kecepatan pengopyan folder sebesar 16,8 MB/s. Sedangkan folder tersebut mempunyai memori data 151 MB. Jadi lama pengiriman folder tersebut adalah = Besar memori folder/Kecepatan pengopyan folder= 151/(16,8) = 8,988 s atau sekitar 9 detik.


26.  Apabila sudah selesai, jika dibuka folder tersebut isinya sama dengan folder pada Komputer Virtual.



Sabtu, 18 Maret 2017


Membuat Folder Sharing di VirtualBox Untuk Windows


Folder Sharing di Virtual Box sangat diperlukan jika kita ingin mengakses data-data yang ada di komputer host. Berikut tutorialnya:

Contoh ingin mengakses folder “SISTEM OPERASI” yang ada pada komputer host (Windows 10). OS yang digunakan pada Virtual Box (Komputer Guest) adalah Windows 7.


1.        Jalankan aplikasi VirtualBox pilih OS yang digunakan, klik bagian “Settings”.




2.        Pada bagian tab “Shared Folder”, pilih add folder (icon folder +) untuk memlih folder atau directory yang akan di share.



3.        Jika sudah memlih folder ataupun drive kemudian centang “Auto-mount” agar nanti setiap running OS di VirtualBox kamu, folder sharing tersebut otomatis ter-load. lalu klik “OK”.



4.        Jika folder share sudah tertambahkan maka akan muncul seperti window dibawah ini, klik OK.



5.        Kemudian pada VirtualBox jalankan komputer virtual, klik “Start” pada komputer virtual yang sudah di setting tadi.



6.        Buka Windows Explorer maka akan muncul drive "SISTEM OPERASI" tersebut. Bila folder share tidak muncul di Windows Explorer, mungkin berada di Network. Kalau masih tidak muncul juga, mungkin belum terinstall Guest Additions. Cara menginstall Guest Additions yaitu dengan klik Devices à Insert Guest Additions CD image…



7.        Pilih “Run VboxWindowsAdditions.exe”.



8.        Tunggu hingga penginstalan Guest Additions selesai.



9.        Jika sudah selesai kembali lagi buka Windows Explorer, maka akan muncul folder share yang sudah di setting.



10.    Jika dibuka folder share tersebut, isinya sama dengan isi folder dari komputer host (Windows 10) yang sebelumnya telah di share.




Senin, 13 Maret 2017

Cara Install Windows 7 Dengan VirtualBox

Panduan ini akan menjelaskan cara install mesin virtual (virtual machine atau guest machine) Windows 7 menggunakan VirtualBox. Perbedaan instalasi Windows 7 pada komputer "nyata" dengan virtual hanya terletak pada proses awalnya, dimana untuk instalasi Windows 7 pada VirtualBox, kita harus membuatkan terlebih dahulu sebuah mesin virtualnya, baru melakukan proses instalasi. Sementara instalasi pada komputer "nyata", kita tinggal memasang media instalasi, baik CD/DVD atau flash disk ke komputer dan kemudian melakukan proses instalasi.

1. Persiapan
Untuk membuat mesin virtual Windows 7 dengan VirtualBox, diperlukan hal-hal berikut:
  • Aplikasi VirtualBox yang sudah terinstall pada komputer.
  • Master Windows 7 dalam format .iso
  • Cara installasi Windows 7

2. Pembuatan Mesin Virtual Windows 7
Jalankan aplikasi VirtualBox untuk memulai pembuatan mesin virtual baru.

Tekan tombol "New" atau pilih menu Machine, kemudian item New untuk membuat guest machine baru. Shortcut Ctrl-N (tekan tombol fungsi kontrol bersamaan dengan menekan huruf N pada keyboard) juga dapat digunakan untuk pembuatan mesin virtual baru.

Selanjutnya muncul jendela pop-up Create Virtual Machine, yang berguna untuk label dan jenis serta versi sistem operasi guest yang akan diinstall.

Pada isian Name, tulis nama sistem operasi guest yang akan diinstall, dalam hal ini adalah Windows 7. Nama sistem operasi guest juga digunakan sebagai nama folder untuk lokasi file sistem operasi guest (pada Windows 7 lokasi default folder mesin virtual adalah C:\Users\Account-Login\VirtualBox VMs). Pada bagian Type, pilih Windows 7 dan di bagian Version, sesuaikan versi Windows 7 yang akan diinstall, apakah versi 32-bit atau versi 64-bit. Selanjutnya tekan tombol Next.

Layar selanjutnya pengaturan jumlah memori yang akan dialokasikan untuk mesin virtual dalam satuan Megabyte. Secara otomatis, VirtualBox akan memberikan saran alokasi memori untuk sistem operasi Windows 7 yang akan diinstall adalah 512 MB.

Jika ingin melakukan perubahan, isian maksimal ditunjukan oleh indikator warna hijau atau setengah dari total jumlah memori komputer yang tersedia, agar sistem operasi utama tidak menjadi terganggu. Selanjutnya tekan tombol Next.

Bagian selanjutnya adalah pengaturan media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual Windows 7. VirtualBox memberikan rekomendasi kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat berdasarkan jenis sistem operasi yang ditentukan sebelumnya. Kapasitas hard disk yang disarankan tersebut dapat kita ganti sesuai kebutuhan kita.

Dalam pengaturan hard disk virtual, tersedia 3 (tiga) opsi yang dapat digunakan:
  • Do not add a virtual hard drive
    Opsi ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir, karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah pembuatan mesin virtual Windows 7 selesai dilakukan.
  • Create a virtual hard drive now
    Opsi ini digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin virtual Windows 7.
  • Use an existing virtual hard drive
    Gunakan opsi ini untuk memilih hard disk virtual yang sudah ada.
Pilih opsi Create a virtual hard drive now karena kita akan langsung membuat hard disk virtual untuk mesin virtual Windows 7. Kemudian tekan tombol Create.

Layar selanjutnya untuk menentukan jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. Standarnya VirtualBox menggunakan format file VDI (VirtualBox Disk Image) untuk penyimpanan hard disk virtual.

VirtualBox juga mendukung pembacaan jenis file dari aplikasi-aplikasi virtual lainnya, seperti VMDK (Virtual Machine Disk) yang merupakan format dari aplikasi virtual Vmware, VHD (Virtual Hard Disk) format dari Microsoft Virtual PC, HDD (Parallels Hard Disk) format aplikasi virtual dari Parallels atau format dari aplikasi virtual QEMU.

Setelah menekan tombol Next, pengaturan selanjutnya untuk menentukan "bagaimana" hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).
Di bagian ini tersedia 2 (dua) opsi yang dapat dipilih:
  • Dynamically allocated,
    Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan berapa kapasitas hard disk virtual sudah terpakai dan tidak berdasarkan berapa ukuran hard disk virtual ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan.
  • Fixed size,
    Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.
Disarankan untuk memilih opsi Dynamically allocated, kemudian tekan tombol Next.

Layar selanjutnya berguna untuk menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file-file mesin virtual yang akan kita buat. Kita juga dapat menempatkan file-file mesin virtual ke dalam folder atau direktori yang sudah ada, atau pada hard disk lain yang berbeda dengan hard disk yang digunakan oleh sistem operasi utama.

Di layar ini, kita juga dapat merubah kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan kita. Jika dalam langkah ke-6 kita memilih opsi Dynamically allocated, maka kita dapat membuat ukuran hard disk virtual sampai 2 Terabyte, walaupun hard disk fisik (utama) kita tidak mencapai ukuran 2 Terabyte. Namun, jika kapasitas hard disk fisik kita dibawah 2 Terabyte, tentunya kapasitas hard disk virtual yang dapat digunakan maksimal kapasitas hard disk fisik yang tersisa.

Tekan tombol Create untuk membuat mesin virtual Windows 7 berdasarkan pengaturan yang telah dilakukan.
Selesai proses tersebut, di bagian kiri layar aplikasi VirtualBox, akan ditampilkan sebuah mesin virtual Windows 7 dalam keadaan kosong dan siap untuk diinstall.

3. Install Mesin Virtual Windows 7
Langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi pada mesin virtual Windows 7 yang kita buat. Klik ganda pada mesin virtual Windows 7 atau klik tombol Start (icon panah) untuk menjalankan mesin virtual Windows 7.

Dikarenakan mesin virtual yang kita jalankan belum memiliki sistem operasi, secara otomatis VirtualBox akan menampilkan kotak dialog yang berguna untuk memilih disk drive yang berfungsi sebagai start-up.

Klik icon di bagian kanan untuk memilih master Windows 7.

Pilih master sistem operasi yang akan digunakan. Format file master sistem operasi dapat dalam bentuk iso, cdr atau dmg. Klik ganda pada file master Windows 7 atau klik tombol Open untuk menutup pop-up pemilihan file dan kembali ke layar sebelumnya.

Setelah itu, klik tombol Start untuk memulai proses instalasi mesin virtual Windows 7.

Untuk proses instalasi selanjutnya, langkah-langkah dan tahapan yang akan dilakukan sama seperti instalasi Windows 7 pada komputer "nyata".

Pilih Language to Install, Time and currency format, untuk keyboard biarkan US. Lalu klik Next.

Karena tujuan kita adalah mnginstall, maka pilih Install Now.

Tunggu beberapa saat pada proses Setup is starting.

Pilih sistem operasi Windows 7 yang diinginkan.

Beri centang pada I accept the license terms, kemudian klik next.

Pada bagian ini, pilih saja Upgrade, supaya mendapat update terbaru Windows.

Mengatur drive sekaligus partisi. Kemudian klik Next.

Tunggulah beberapa proses instalasi dibawah ini.

Secara otomatis komputer akan resstart sendiri.


Setelah selesai restart, tunggulah proses Setup is starting service.

Proses instalasi akan dilanjutkan secara otomatis.

Setelah proses instalasi selesai, komputer akan kembali restart.

Tunggulah hingga proses Setup is preparing your computer for first use selesai.

Setelah proses diaatas, Anda akan diminta memasukan Username dan Computer Name, kemudian klik next.

Jika diperlukan, masukan password yang Anda inginkan. Langsung saja klik next, jika tidak diperlukan.

Pilih opsi yang Anda inginkan untuk fasilitas windows update.

Pilih zona waktu Anda.

Anda diminta untuk menetapkan lokasi jaringan, jika Anda terhubung dalam sebuah jaringan.


Sampai disini Anda sudah berhasil, menginstall windows 7 pada komputer ataupun laptop Anda. Tunggulah sampai masuk ke dekstop.
 


Kini, windows 7 sudah terpasang di komputer ataupun laptop Anda. Jika Perangkat yang Anda gunakan masih dalam keadaan baik, maka proses installasi windows 7 akan berjalan dengan baik dan lebh cepat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.